Pengalaman Menggunakan Pharsa: Damage Besar tapi Mudah Dipaksa Mundur

Pengalaman Menggunakan Pharsa: Damage Besar tapi Mudah Dipaksa Mundur – Halo Sobat precision hydrojet! Kalau kamu pernah memainkan Pharsa, pasti kamu tahu betapa memuaskannya memberikan hujan damage dari jauh sambil membuat lawan kebingungan mencari posisi aman. Namun sama besarnya dengan kekuatannya, sama pula rentannya hero ini ketika diserbu. Pengalaman memainkan Pharsa sering kali terasa seperti memainkan karakter “seniman jarak jauh”—indah ketika berhasil, tapi rapuh ketika salah langkah sedikit.

Di artikel ini, kita akan membahas pengalaman menggunakan Pharsa secara menyeluruh: bagaimana rasanya menggunakannya, apa kekuatannya, kelemahannya, tantangan mekaniknya, serta cara memaksimalkan nilai dari hero ini dalam permainan modern.


1. Sensasi Bermain Pharsa: Mengendalikan Tempat dan Tempo

Saat pertama kali menggunakan Pharsa, banyak pemain akan langsung merasakan satu hal: kekuatan zoning yang ekstrem.

Dengan ultimate-nya, Feathered Air Strike, kamu dapat:

  • Mengontrol area besar dalam team fight.
  • Memaksa lawan berpencar.
  • Mengamankan objektif seperti Lord dan Turtle.
  • Menghentikan push musuh tanpa harus berada dekat minion.

Pengalaman bermainnya memberikan rasa mengatur panggung pertempuran, bukan sekadar memberi damage. Kamu bukan hanya penyerang jarak jauh—kamu adalah pengarah irama perang.

Namun di balik semua itu, ada satu syarat penting: penempatan posisi harus akurat. Jika salah sedikit, Pharsa bisa berubah dari “queen of zoning” menjadi “free kill”.


2. Kelebihan Pharsa: Dampak Besar dengan Risiko Kecil (Jika Bermain Benar)

Walau gampang dipaksa mundur, hero ini tetap digemari karena beberapa kelebihannya sangat menonjol dalam meta mana pun.

a. Damage Burst Jarak Jauh

Skill 1 + Skill 2 Pharsa sudah cukup untuk membuat hero squishy kehilangan setengah HP. Kombinasi ini sering terasa seperti “sniping mage version”—lebih instan dan lebih sulit dihindari.

b. Ultimate yang Menjadi Senjata Tim

Tidak banyak mage yang punya area control sebesar Pharsa. Ultimate-nya sangat efektif untuk:

  • Membubarkan formasi musuh,
  • Menahan lonjakan tim lawan,
  • Menutup akses rotasi,
  • Menghukum musuh yang memaksa masuk ke choke point.

Dalam team fight besar, ultimate Pharsa bisa benar-benar mengubah situasi hanya dalam beberapa detik.

c. Mobilitas Unik lewat Skill Transformasi

Skill pasif Wings by Wings memberinya kemampuan berubah menjadi burung dan melayang jauh. Pengalaman memainkan skill ini terasa sangat dinamis karena:

  • Kamu bisa melakukan rotasi cepat,
  • Melarikan diri dari assassin,
  • Melakukan reposisi sebelum ultimate,
  • Melihat area yang lebih luas seperti mini-scout.

Pharsa tidak punya mobilitas eksplosif seperti Kagura atau Lylia, tapi ia punya mobilitas strategis yang sangat berarti.

d. Ramah untuk Team Fight Besar

Dalam perang 5v5, Pharsa adalah salah satu mage dengan kontribusi paling mudah dirasakan—damage-nya langsung terasa oleh semua lawan sekaligus.


3. Kekurangan Pharsa: Rapuh, Terganggu Sedikit Langsung Berantakan

Di balik kekuatannya, ada beberapa kelemahan yang membuat Pharsa tidak bisa dimainkan sembarangan.

a. Mudah Dipaksa Mundur

Begitu ada:

  • Chou,
  • Hayabusa,
  • Natalia,
  • Benedetta,
  • Saber,
  • Lancelot,

Pharsa sering jadi target nomor satu. Assassin hanya butuh satu celah untuk menutup jarak dan mematikan ultimate-nya secara instan.

b. Ultimate Mudah Dihentikan

Skill Feathered Air Strike:

  • Tidak bisa digerakkan,
  • Mudah ditabrak hero dengan dash panjang,
  • Memerlukan timing dan posisi aman.

Kalau kamu terlambat membuka ultimate atau terlalu maju, musuh bisa langsung memaksa mundur tanpa sulit.

c. Skill Non-Channeling Tidak Terlalu Aman

Skill 1 dan Skill 2 memang kuat, tapi range-nya tidak sejauh ultimate. Artinya, untuk poke atau finishing, kamu tetap perlu sedikit mendekat. Di sinilah risiko datang jika tim lawan punya banyak CC atau gap closer cepat.

d. Bergantung pada Posisi dan Vision

Pharsa sangat kuat ketika tim menyediakan:

  • Informasi posisi musuh,
  • Cover, terutama tank roamer,
  • Peel yang konsisten.

Tanpa hal itu, pengalaman bermainnya berubah menjadi “was-was sepanjang match”.


4. Tantangan Mekanik yang Sering Dialami Pengguna Pharsa

Pharsa memang digolongkan sebagai mage yang tidak terlalu sulit, tetapi memainkan dia pada level kompetitif punya tantangan tersendiri.

a. Menentukan Timing Ultimate

Terlalu cepat = musuh langsung kabur.
Terlalu lambat = team fight sudah kacau.
Terlalu maju = kamu mati.
Terlalu mundur = damage tidak kena.

Mengatur timing ultimate adalah inti permainan Pharsa.

b. Reposisi yang Efektif

Skill transformasi ke burung membantu, tapi tidak bisa digunakan sembarangan. Jika kamu rotasi terlalu jauh, kamu akan:

  • Kehabisan darah ketika disergap,
  • Terpergok assassin,
  • Tidak ada ultimate di team fight berikutnya.

Menentukan kapan rotasi dan kapan stay adalah seni tersendiri.

c. Membaca Intensi Musuh

Karena kamu mudah diincar hero diver, kamu harus bisa mengenali:

  • Pattern inisiasi musuh,
  • Kemungkinan flank,
  • Assassin mana yang hilang dari map,
  • Timing ultimate musuh yang bisa meng-cancel channeling.

Pharsa pemain tinggi biasanya punya “radar bahaya” yang sangat akurat.


5. Cara Memaksimalkan Pharsa agar Efektif Sepanjang Game

Berikut beberapa tips yang membuat pengalaman bermain Pharsa lebih solid dan tidak mudah menjadi beban tim.

a. Buka Ultimate dari Area Aneh

Jangan cast ultimate dari:

  • tengah lane,
  • dekat tembok tipis,
  • area tanpa vision.

Lebih aman membuka ultimate dari:

  • balik turret,
  • semak jauh,
  • choke point yang aman,
  • area dengan cover tank.

Ini membuat musuh bingung mencari posisimu.

b. Paksa Musuh Lewat Jalur yang Kamu Inginkan

Gunakan ultimate untuk:

  • Menutup pintu masuk objektif,
  • Memotong akses ke high ground,
  • Menghukum push musuh.

Pharsa sangat kuat ketika ia mengarahkan flow game, bukan sekadar mengikuti.

c. Simpan Skill “Burung” untuk Momen Penting

Jangan gunakan Wings by Wings untuk:

  • Poke kecil,
  • Rotasi yang tidak perlu,
  • Mengejar kill.

Gunakan untuk:

  • Escape dari assassin,
  • Reposisi sebelum ultimate,
  • Rotasi objektif.

d. Jangan Biarkan Dirimu Berdiri di Tempat Sama

Pharsa statis = sasaran empuk.
Setelah beberapa tembakan ultimate, mundur sedikit atau ubah sudut tembak untuk mengurangi kemungkinan disergap.


6. Pengalaman Late Game: Kuat tapi Banyak Tekanan

Di late game, damage Pharsa tetap relevan dan zoning-nya bahkan lebih berharga. Namun tekanan terhadapnya juga lebih tinggi—hampir semua hero memiliki cara mengejar atau mengganggu Pharsa.

Pengalaman pribadi banyak pemain menggambarkan:

  • Lifestyle “tegang tapi memuaskan”.
  • Posisi harus benar-benar presisi.
  • 1 salah langkah = mati + war kalah.
  • 1 ultimate bagus = musuh kabur semua atau langsung wipe.

Pharsa di late game bukan lagi mage biasa—dia adalah timelord kecil yang bisa menentukan kapan perang dimulai atau kapan lawan harus mundur.


Kesimpulan

Sobat Land of Dawn, bermain Pharsa memberi pengalaman yang dualistik: di satu sisi kamu merasa seperti pengendali medan perang, tapi di sisi lain kamu bisa berubah menjadi target paling mudah ditumbangkan hanya karena salah posisi.

Keunggulan utamanya adalah:

  • Damage besar,
  • Zoning kuat,
  • Mobilitas strategis,
  • Dampak team fight yang masif.

Namun kekurangannya juga tidak kecil:

  • Sangat mudah dipaksa mundur,
  • Ultimate rentan di-cancel,
  • Bergantung vision,
  • Membutuhkan posisi yang sempurna.

Pada akhirnya, Pharsa cocok untuk kamu yang suka permainan jarak jauh penuh strategi, timing presisi, dan gaya main yang mengandalkan kontrol area. Jika kamu siap bermain dengan disiplin posisi dan membaca peta secara konstan, Pharsa bisa menjadi salah satu mage paling memuaskan yang pernah kamu gunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *